Selamat Datang di Website Resmi BMT Muamalat. Segeralah Bergabunglah Menjadi Anggota Kami. Mari Maju Bersama Berkarya Membangun Umat. 

KANTOR KAMI


Kantor
BMT Muamalat

Jl. Gudanglawas Jumapolo Karanganyar
Surakarta - Jawa Tengah
Tel. +62.622712176884
Fax. +62.620000000
email: layanan@bmtmuamalat.com

Special HTML


Ads on: Special HTML
Home TAUSIYAH

Berita Tausiyah
Si Belang, Si Botak, dan Si Buta (2)
Setelah peristiwa besar itu, ketiganya memulai usaha ternak mereka. Atas rahmat Allah, hewan peliharaan mereka terus beranak-pinak hingga jumlahnya masing-masing memenuhi satu lembah. Si belang memiliki unta satu lembah, si botak dengan sapi satu lembah, pun si buta memiliki kambing yang memenuhi satu lembah.

Ketiganya hidup makmur. Masyarakat tak lagi merasa jijik pada mereka. Mereka hidup bahagia.

 
Kisah Tawasul Tiga Orang Saleh di Dalam Gua (2-habis)
Kemudian giliran orang kedua. Ia pun memanjatkan kedua tangannya seraya berkata, "Sesungguhnya aku memiliki sepupu wanita yang amat aku cintai. Aku mencintainya layaknya pria mencintai seorang wanita. Aku memintanya melayaniku namun ia menolak."

"Aku pun mengumpulkan uang seratus dinar dengan susah payah. Setelah terkumpul, kuberikan pada gadis itu. Namun setelah aku berada dihadapannya (untuk bermaksiat), gadis itu berkata, 'Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah. Jangan kau buka tutup (renggut keperawananku) kecuali dengan haknya'. "

Mendengarnya, aku segera bangkit meninggalkannya. Ya Allah, kalau Engkau tahu aku melakukannya karenaMu, karena mengharap wajahMu, karena takut siksaMu, maka bukakanlah untuk kami satu celah dari batu ini," pintanya. Maka makin terbukalah celah batu tersebut dari mulut goa.

 
Cara Rasulullah Sambut Ramadhan
Adalah Rasul SAW yang mempersiapkan diri betul menyambut kedatangan setiap bulan Ramadhan.

Persiapan Rasul tersebut bukan hanya bersifat jasmani, melainkan paduan jasmani dan rohani mengingat puasa sebagaimana ibadah yang lain adalah paduan ibadah jasmani dan rohani, di samping ibadah yang paling berat di antara ibadah wajib (fardu) lainnya.

Oleh sebab itu, ia disyariatkan paling akhir di antara ibadah wajib lainnya. Persiapan jasmani tersebut dilakukan oleh Rasul SAW melalui puasa Senin-Kamis dan puasa hari-hari putih (tanggal 13,14 dan 15) setiap bulan sejak bulan syawal hingga Sya’ban.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW senantiasa puasa Senin dan Kamis. Dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasul, engkau senantiasa puasa Senin dan Kamis.”

Beliau menjawab, “Sesungguhnya pada setiap hari Senin dan Kamis Allah SWT mengampuni dosa setiap Muslim, kecuali dua orang yang bermusuhan. Allah berfirman, ‘Tangguhkanlah keduanya sampai keduanya berdamai’.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam kaitannya dengan puasa tiga hari setiap bulan, Rasul SAW bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari RA, “Wahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa setiap bulan, maka puasalah tanggal 13,14 dan 15.” (HR. Tirmidzi).

 
Inilah Hikmah dan Keutamaan Sabar
Orang yang tidak merugi adalah orang yang beriman, beramal saleh, saling berwasiat kebenaran, dan saling berwasiat kesabaran. (QS al-Ashr [103]: 1-3). Sabar merupakan akhlak terpuji yang harus dimiliki setiap Muslim.

Pepatah Arab menyatakan, “Orang yang bersabar akan memperoleh kemenangan.” Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, (karena) Allah itu senantiasa bersama orang-orang yang sabar.” (QS al-Baqarah [2]: 158).

Dari segi bahasa, shabr artinya menahan dan mengendalikan diri agar tidak “dijajah” hawa nafsu dan emosi. Dalam kitab Tahdzib Madarik al-Salikan, Ibnu al-Qayyim mendefinisikan sabar sebagai menahan diri untuk tidak melampiaskan nafsu angkara murka, mengendalikan lidah untuk tidak berkeluh kesah, dan mengontrol anggota tubuh untuk tidak bertindak anarki.

 
DENDAM MENGHAMBAT REJEKI
Dendam itu biasanya berawal dari sifat pemarah. Pemarah bila terus dipelihara dan tidak segera diobati maka akan berubah menjadi dendam terhadap orang yang menyakiti. Dendam merupakan perasaan ingin membalas karena sakit hati yang timbul oleh permusuhan dengan mencari kesempatan untuk melampiaskan sakit hatinya. Selama dendamnya belum terbalaskan, maka belum ada kepuasan dalam benak si pendendam.

Dendam ibaratnya virus (penyakit) ganas yang melebur kehati manusia, lalu menghisab pelan – pelan potensi baik dalam diri manusia, hingga menjadikan kurus kering dan akhirnya tak berdaya. Islam sangat membenci dedam. Karena orang pendendam akan memiliki prilaku rendah. Seperti menfitnah, menggunjing, buruk sangka, mencari – cari kesalahan orang, mencela ( menganggap remeh / rendah orang lain).

Dendam mengakibatkan kerugian. Tak akan memberikan manfaat sedikitpun, kecuali beban berat dan menjadikan lelah, dan merusak keberadaan serta keberkahan rejeki yang pasti orang pendendam dampaknya sangat fatal karenanya menimbulkan permusuhan, perpecahan, terputusnya silaturahmi, merusak pikiran dijauhi dari sistem sosial dan tentun saja menghalangi seseorang dari pancaran sinar hidayah dari Allah SWT, maka kehadiran rejeki akan terhalang oleh sifatrendah (dendam)

 


Visitors Counter

55233
TodayToday7
YesterdayYesterday15
This WeekThis Week7
This MonthThis Month1838
All DaysAll Days55233
free counters

bagikan ke teman


Ads on: Special HTML

feed-image Feed Entries


Hakcipta © 2012-2017 BMT Muamalat. Designed by RumahJoomla.com.